Pagi ini saya bermaksud untuk mengerjakan tugas kelompok sangat tidak penting, yaitu Perancangan Sistem Baseband. Well, sebenarnya bukan mengerjakan juga sih, karena ini sudah dikerjakan oleh rekan-rekan kelompok saya yang lain dan saya hanya melakukan finishing touch saja (baca : nge-print). Namun apa daya, ternyata internet lebih menggoda dan menarik untuk dijelajahi daripada tugas ini. Walhasil saya membuka situs yang paling umum dibuka setiap orang ketika pertama kali membuka browser : Facebook.
Saya menjelajahi bagian news feed untuk melihat perkembangan menarik di situs jejaring sosial nomor 1 di dunia ini, dan tiba-tiba saya menemukan sesuatu yang membuat saya tercengang : Teman SD dan SMP saya menjadi atlet renang SEA Games!
Namanya adalah M. Nurul Fajri. Sejak dulu potensinya sebagai perenang memang tidak diragukan lagi karena dia telah menjadi atlet renang sejak SD hingga SMP saat terakhir saya masih satu sekolah dengannya. Saya tidak pernah mendengar kabarnya ataupun bertemu lagi dengannya, bahkan mungkin dia sudah tidak ingat dengan saya. Namun yang saya tahu dia memang berkembang dan terus tumbuh menjadi atlet yang hebat. Dan inilah buktinya, dia siap membela bangsa Indonesia di SEA Games. (berita bisa dilihat disini)
Melihat berita ini, saya jelas senang dan bangga karena memiliki teman yang hebat dan sungguh luar biasa. Namun di sisi lain saya menjadi sedih, karena dia dan teman-teman saya yang lain telah menjadi orang-orang yang hebat dan telah melakukan sesuatu yang besar, paling tidak buat diri mereka sendiri. Sedangkan saya sepertinya masih jalan di tempat dan belum melakukan apa-apa. Agak sedih dan miris memang, tapi saya percaya bahwa saya sedang berada di jalur yang tepat. Mungkin Tuhan ingin memberi “kejutan” kepada saya dan sekarang saya diminta untuk mencari dulu dimana “kejutan” itu berada. Dan saya yakin, ketika “kejutan” itu sudah saya temukan saya akan bisa menjadi seperti mereka, bahkan mungkin lebih. Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk semua.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi sebagai pemimpin kita memang harus terlihat sempurna, paling tidak di depan bawahan kita.
When we stand together as a family we can achieve great things.
Kenny Dalglish
Buat yang lagi stress TA, pusing tugas kuliah, ataupun lagi galau dan sejenisnya.
Disana kami dibina Menjadi manusia dewasa Namun kini apa yang terjadi Ditindas semena-mena
Berjuta rakyat mananti tanganmu Mereka lapar dan bau keringat Kusampaikan salam-salam perjuangan Kami semua cinta-cinta…
Kok Kamu Kamu Lagi?
Masa-masa lebaran ini adalah masa dimana kita saling memaafkan, saling introspeksi dan memperbaiki diri, dan terutama membuka komunikasi agar kesalahan-kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Namun yang terjadi di kampus saya justru sebaliknya. Kesalahan-kesalahan yang tidak boleh dilakukan malah dilakukan. Komunikasi yang harusnya terjalin dengan semakin baik antara rektorat dan mahasiswa malah terkesan semakin memburuk. Rektorat harus menempuh jalan tikus dengan tidak memberi pengumuman kepada mahasiswa hanya untuk melakukan pembersihan di sudut-sudut himpunan dan unit. Bahkan mahasiswa dilarang masuk ke kampusnya sendiri, kampus yang katanya merupakan tempat bertanya dan pasti ada jawabannya. Ada apakah gerangan? Sudah tidak percayakah mereka dengan kita? Memangnya kita penjahat?
Kejadian ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Mahasiswa harus bergerak. Mungkin memang masih banyak yang harus kita pikirkan di luar sana. Masih banyak rakyat yang membutuhkan sentuhan emas para mahasiswa. Namun apa yang bisa kita berikan jika di kampus sendiri saja masih dan makin tak berdaya? Sekarang sudah bukan zamannya orde baru lagi, dimana kebebasan dikekang dengan semena-mena. Karena itu sudah saatnya hal ini harus diakhiri. Dan semoga ada jalan keluar segera.
Waw ternyata ada aplikasi tumblr buat android! Bakal smakin sering menulis nih,hehehe.
Selamat lebaran ya buat smua! Kapanpun merayakannya,minumnya teh botok sosro #eh
Salah deng,intinya kapanpun lebarannya, maafkan saya ya!
Selamat makan ketupat!