Masa-masa lebaran ini adalah masa dimana kita saling memaafkan, saling introspeksi dan memperbaiki diri, dan terutama membuka komunikasi agar kesalahan-kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Namun yang terjadi di kampus saya justru sebaliknya. Kesalahan-kesalahan yang tidak boleh dilakukan malah dilakukan. Komunikasi yang harusnya terjalin dengan semakin baik antara rektorat dan mahasiswa malah terkesan semakin memburuk. Rektorat harus menempuh jalan tikus dengan tidak memberi pengumuman kepada mahasiswa hanya untuk melakukan pembersihan di sudut-sudut himpunan dan unit. Bahkan mahasiswa dilarang masuk ke kampusnya sendiri, kampus yang katanya merupakan tempat bertanya dan pasti ada jawabannya. Ada apakah gerangan? Sudah tidak percayakah mereka dengan kita? Memangnya kita penjahat?
Kejadian ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Mahasiswa harus bergerak. Mungkin memang masih banyak yang harus kita pikirkan di luar sana. Masih banyak rakyat yang membutuhkan sentuhan emas para mahasiswa. Namun apa yang bisa kita berikan jika di kampus sendiri saja masih dan makin tak berdaya? Sekarang sudah bukan zamannya orde baru lagi, dimana kebebasan dikekang dengan semena-mena. Karena itu sudah saatnya hal ini harus diakhiri. Dan semoga ada jalan keluar segera.
-
pveyes reblogged this from wirawanagahari
-
wirawanagahari posted this




